IMG-LOGO
Flash News :
Sastra

Puisi-puisi Faidi Rizal Alief

oleh Admin - 1 detik yang lalu Dilihat 38 kali 0 Komentar
IMG

PANGERAN BRAGUNG
: Ario Notoningrat





dalam diriku mengalir darah wangi
darah kakek Panembahan Joharsari
kuwarisi tombak alif, keris lam
tombak di tangan, keris diam di dalam





keratonku di dalam lingkaran mim
kuberlindung di dalam Allah yang karim
rakyatku adalah rajaku sendiri
luka mereka lukaku paling nyeri





tak masalah bila tubuhku tak basah
asal mereka menadah hujan tumpah
panas kemarau biar membakar diri
asal di sawah mereka tumbuh padi





yang kulakukan hari ini di sini
tak lain jalan sunyi menuju mati
sebab hidup sebagai raja tak lama
dan hanya sebagai hamba selamanya





yang kelak dipendam dalam tanah ini
hanya tubuhku saja yang tak berarti
dan yang tetap hidup menjaga mereka
adalah diriku yang tak kasat mata





duh, rasanya tombak, keris yang kupunya
tak berarti bila tak menjadi cinta
maka kuasah keduanya di hati
agar diriku kuat dalam Lillahi





Gapura, 1/2020










LABANG MESEM





pintu ini kubuat dari senyummu
senyum paling dalam setelah lautku
yang amis ikan tak mampu menyentuhnya
yang darah manusia tak menciumnya





itulah ketika orang-orang lewat
hanya bening embun jatuh yang terlihat
melesat ke dalam dada jadi tangis
turun ke tangan untuk melepas keris





jangan hanya berhenti di depan pintu
sebab di dalam ada lembut tanganku
yang bahkan siap menerima lukamu
hingga dalam kata kita saling rindu





inti dari pintuku itu di sini
kasih sayang langit yang turun ke bumi
bila keris masih bergetar meraum
ada taman sarè yang dingin dan dan harum





kupastikan setelah keluar pintu
dirimu tak menyimpan kerikil batu
menolehlah sekali lagi ke sini
kerisku dan kerismu saling mengerti





Gapura, 1/2020










PANGERAN JIMAT





seluruh jasadku hanya milik Allah
sepanjang hidup matiku hanya Allah
dunia ini tak lebih taman mini
karena yang terindah Ilahi Robbi





duduk di kursi keraton jadi raja
hanya bagian terkecil dari kata
ada banyak kata di dalam puisi
dan hanyalah Allah Yang Maha Puisi





kuabdikan seluruh hidupku ini
untuk rakyat Songonnep tak kecuali
agar menambah dekatku pada Allah
yang tak tersekat oleh rasa bersalah





yang sempurna hidup di dunia ini
adalah bahagia setelah mati
hidup di keraton hanya sementara
hidup dalam Allah nyata selamanya





maka mataku kubuka untuk Allah
hidungku hanya untuk mencium Allah
telinga hanya untuk mendengar Allah
hingga seluruh diriku hanya Allah





Gapura, 1/2020










DARI LAPA, BATANG-BATANG KE TENONAN





pikullah jasadku tanpa dosa-dosa
agar pundakmu tak nyeri sebab luka
bila tidak, maka yang kaubawa batu
ia akan menghambat langkah-langkahmu





adalah cinta yang kutinggal di sini
biarlah yang perih kusimpan sendiri
bagimu angin yang dingin berdesiran
bagiku cukup menangkis penyesalan





bukankah dirimu tak perlu mencari
di bumi mana kelak akan kaugali
untuk mengubur tubuh yang tak berjiwa
kerena keranda pasti patah juga





di situlah tempat terakhir bagiku
yang sebenarnya langkah awal bagimu
tinggalkan aku sendiri dalam tanah
kembalilah dirimu pada sejarah





bersama kudaku akan terbang lagi
menuju Allah di puncak langit sunyi
jagalah bumiku tetap penuh bunga
agar di sini diriku tak terluka





Gapura, 1/2020










LAPA TAMAN





sebab tidur yang nyata paling sempurna
hanyalah terlelap tenang di sisi-Nya
maka kuterima tamu tak diundang
bersama keris di dada yang bersarang





darah yang menetes ini jalan sunyi
biarkan ia mengalir dari sini
doaku adalah kaki tanpa sandal
yang ingin dipijat nyeri paling mahal





yang menangis di luar pintu siapa
gemuruhnya meretakkan tulang dada
bukankah kematian pastilah datang
janganlah air mata membuang sayang





bawa saja diriku ke arah timur
sampai kautemukan Taman tak berlumpur
aku ingin mandi yang terakhir kali
dengan air sumber-Nya yang paling wangi





dengan begitu, sebelum tutup mata
kuharap dosa muasal jadi bunga
harum dicium bagi yang kutinggalkan
juga bagi tamuku yang di kuburan





Gapura, 1/2020










*Faidi Rizal Alief, belajar menulis puisi sejak nyantri di Lesehan Sastra dan Budaya Kutub Yogyakarta. Pernah membacakan puisinya di Rumah Pena Kualalumpur Malaysia. Buku puisinya Pengantar Kebahagiaan Basabasi, Juni 2017 menjadi salah satu pemenang di Banjar Baru’s Rainy Day Literary Festival 2018 kategori Promising Writer.





Alamat: Jl. Gapura dsn. Sema Bandungan RT 02 RW 05 Gapura Tengah Gapura Sumenep Madura 69472.




Sumber dari Website LP Maarif PWNU Jawa Tengah

List Komentar

Tulis Komentar

Email Anda tidak ditampilkan dipublik. Semua wajib diisi.