IMG-LOGO
Flash News :
Puisi

Puisi-Puisi Irna Novia Damayanti

oleh Admin - 1 detik yang lalu Dilihat 49 kali 0 Komentar
IMG

SISA PEMENTASAN





kurasa para pemain itu telah
pulang ke rumah masing-masing
menemui kembali dunia yang
senyata-nyatanya





di sini hanya ada aku
sibuk memandangi panggung
sebelum dibongkar para pemuda





di atas karpet hijau itu
suata-suara pemeran kembali hadir saat
mengenalkan kembali suara ibu
melepas anaknya pergi dengan tangisan
sebab tidak ada alamat menemani perjalanan
mengunjungi kota asing





pikiran bapak, sambil
menyandarkan tubuhnya ke pintu menemui jalan buntu
sebab dia sadar nasab anaknya memang miliknya tapi
nasib telah diberikan dengan utuh
ke tangan anaknya
maka pergi atau membiarkan hidupnya dirawat kesederhanaan desa
adalah soal ujian anak  yang
tidak bisa dibantu siapapun untuk menjawabnya





sawah, meski bersetia menunggu di pekarangan rumah
istikomah memberikan hiburan kecil
untuk mata keluarga
tidak bisa memenuhi semua
permintaan perut dan mulut keluarga





dan tak ada lagi yang bisa dijual selain kerinduan panjang
akan memajang kesepian
di waktu yang belum datang





kulihat panggung telah selesai dibongkar
namun ketiga tokoh itu datang ke kepalaku
memasukanku dalam drama mereka
terus berpentas  meminta jalan keluar dari
kisah yang tidak sengaja aku memasuki





Rajawana, Agustus 2020










DI BALIK WAJAH CANTIK





telah kau siapkan ransel
sebelum pergi ke kampus
selalu ada celak untuk menutupi lelah
di sekitar area mata, juga
lipstik biar kelaparanmu yang
biasa dijelaskan bibirmu, tertutupi





sampai di kampus kulihat tasmu
sudah penuh dengan dua benda itu sampai
kata-kata pak dosen,
tidak muat dimasukkan ke dalamnya





padahal kata-katanya yang diberikan hari itu,
tidak sebanyak hari-hari lalu
sebab kali ini, beliau minta izin pulang cepat untuk
pergi menta'ziahi rindunya berwajah saudara





kau yang juga berlahan pulang
juga menta'ziahi usiamu yang sudah berlalu
lalu mencari ransel baru di sekitar kampus
berharap hidupmu bisa dibeli
seharga bayaran kosmu selama hidup sebagai wanita cantik





2020










MENAIKI TANGGA





sebelum menaiki tangga
kita telah menghabiskan banyak ritual 
membahas seberapa banyak keberanian yang
dibutuhkan serta kebijakan yang akan ditemui di depan
ada pula perdebatan menaik turunkan niat yang
pada akhirnya harus diam sejenak





belum lagi mendengar orang bahwa
bahan dasar kayu yang akan dilalui pada
setiap anak tangganya sudah berumur tua
nyawa kita seperti diserahkan secara
cuma-cuma kepada kematian
mirip sekali dengan kata-kata polisi yang
pernah kutemui untuk tidak menyedekahkan nyawa
pada sebuah kecelakaan
meski kematian di tangan Tuhan kata pak Kyai





di depan meja kutata segala alasan yang
sudah dikumpulkan
sampai tidak ada space untuk beberapa alasan lagi





kita diam atau maju dan
menyerahkan semuanya kepada Tuhan





kita diam tanpa merasakan menaiki tangga
atau kita kehilangan waktu untuk merasa menaiki tangga?





Rajawana, Agustus 2020










DUA PEREMPUAN





setangkai bunga palsu tergeletak di atas meja
bagiku, keberadaannya
tidak mampu mengindahkan percakapan
ataupun memberi hibur kecil di ruang tamu
hanya mengisi warna
di mata yang tidak sengaja menatap





setangkai bunga palsu
warnanya telah berpindah ke kepalamu
bentuknya mengabadi seperti
wajah mantan yang cintanya palsu





aku suka wewangian dan kau suka keabadian
tapi kita sama-sama dibesarkan
dengan keindahan kata-kata
dan kita sama-sama membiarkan diri
dicintai sinar pagi di antara rimbunnya puisi





Rajawana, Agustus 2020










NASAB NASIB





kamu dan aku berangkat dari nasab yang berbeda
pagimu biasa diisi dengan sepiring roti dan susu
sementara aku dengan singkong rebus dan teh gula jawa





tapi kita telah dikumpulkan dalam satu nasib
di sebuah ruang
yang dindingnya terbuat dari keheningan
catnya berwarna larut malam





kita sujudkan setiap kejadian
membiarkan semesta sibuk menggosibkan
keberadaan luka yang berpindah-pindah
yang kadang di hutan belantara
kadang pula di pasar raya sampai
aku pun pernah dibuat sibuk,
bahkan mengamuk





dan nasab serta nasib kita,
sudah menjadi sepasang sandal
menemani langkah kaki bepergian
kemanapun usia meminta





Rajawana, Agustus 2020










*Irna Novia Damayanti. Lahir di Purbalingga, 14 September 1992. Beralamat di Rajawana Rt19/07 Kec.Karangmoncol Kab.Purbalingga. Seorang Santri di Pesantren Mahasiswa An Najah Purwokerto. Aktif di Komunitas Sastra Santri Pondok Pena. 




Sumber dari Website LP Maarif PWNU Jawa Tengah

List Komentar

Tulis Komentar

Email Anda tidak ditampilkan dipublik. Semua wajib diisi.