IMG-LOGO
Flash News :
Profil

Sejarah Madrasah

oleh Admin - 1 detik yang lalu Dilihat 99 kali 0 Komentar
IMG

         Madrasah Aliyah YSPIS Gandrirojo Sedan Rembang didirikan pada tanggal 17 Juli 1995, merupakan jawaban atas kebutuhan masyarakat kecamatan Sedan, yang hingga pada tahun itu hanya ada satu Madrasah Aliyah yaitu MA Riyadlotut Tholabah yang terletak di pusat kecamatan sedan berjarak kira-kira 3 km dari Madrasah Aliyah YSPIS. Merujuk pada YSPIS (Yayasan dan Pendidikan Islamiyah Syafiiyah) Madrasah Aliyah YSPIS ini berkaitan erat dengan Raudlatul Athfal (RA), Madrasah Ibtidaiyah (MI), dan Madrasah Tsanawiyah (MTs) yang merupakan cikal bakal perkembangan kelembagaan, karena ketiganya merupakan satu kesatuan dibawah naungan YSPIS, sehingga sejarah kelembagaan Madrasah Aliyah YSPIS tidak terpisah dengan ketiga lembaga yang lebih dulu berdiri tersebut.

         Adalah K.H. Ahmad Dimyati dan K.H. Ma’shum  keduanya merupakan putera kepala Desa Gandrirojo H. Muslim, founding father pendidikan keagamaan di Gandrirojo. Bermula dengan mengajar pengajian kitab-kitab salaf kepada santri-santri di pondok pesantren Mubtaghal Mujtahidin (kini dibawah kepengasuhan KH. Sahlan M.Nur) yang dimilikinya, lalu berkembang menjadi sarana pendidikan klasikal berupa madrasah.

 Pada tahun 1928 Madrasah Awaliyah (madrasah yang pertama kali berdiri di Desa Gandrirojo) dengan nama NASHRUL FUTUH dibentuk. Seiring dengan peningakatan peserta didik yang mengikuti pengajaran di madrasah ini, atas usulan para tokoh agama diantaranya  KH. Tamam dari Lasem (menikah dengan ibu Suringah, mantan istri Alm. KH. Ma’shumdan KH. Fahrurozi dari Pati yang kebetulan mengungsi ke Desa Gandrirojo akibat agresi militer belanda (1949) Madrasah Nashrul Futuh berganti nama menjadi Madrasah ISLAMIYAH SYAFIIYAH. Langkah tersebut diambil dengan tujuan untuk lebih meningkatkan kualitas madrasah mengingat sejak tahun berdirinya sampai tahun itu belum memiliki sarana dan prasarana yang memadai.

          Pada tahun 1951 Madrasah Islamiyah Syafiiyah bermetamorfosis kembali dengan membuka Madrasah Al Ichsaniyah untuk menapung para peserta didik putri (santriwati). Dalam perkembangan berikutnya, pada tahun 1957 Madrasah Al Ichsaniyah didapuk menjadi satu kepengurusan di bawah naungan Madrasah Islamiyah Syafiiyah. Meski demikian pembelajaran antara peserta didik putra dan putri tetap dipisahkan, yang mana putra belajar pada pagi hari sedangkan putri pada sore hari. Setahun kemudian (1958) pengurus Madrasah Islamiyah Syafiiyah membuka pendidikan anak-anak dengan nama Raudlatul Athfal (RA).

      Dengan perhatian yang diberikan oleh pemerintah dan kegigihan para tokoh masyarakat serta pengurus Madrasah Islamiyah Syafiiyah tak berhenti untuk berkembang, maka pada tahun 1962 berdirilah Madrasah Tsanawiyah dengan pemisahan peserta didik dari madrasah islamiyah syafiiyah yang terdiri dari delapan kelas. Enam kelas terbawah yaitu kelas 1 – 6 diberi nama Madrasah Ibtidaiyah Islamiyah Syafiiyah. Sedangkan dua kelas tertinggi, yaitu kelas VII dan VIII menjadi kelas I dan II MTs. Islamiyah Syafiiyah.

          Raudlotul Athfal (RA), Madrasah Ibtidaiyah (MI), dan Madrasah Tsanawiyah (MTs) merupakan lembaga-lembaga yang ada dibawah naungan YSPIS (Yayasan dan Pendidikan Islamiyah Syafiiyah), lembaga-lembaga tersebut diakui oleh negara dengan telah ikut sertanya MI Islamiyah Syafiiyah dalam ujian negara sejak tahun 1972 dan MTs Islamiyah Syafiiyah sejak tahun 1977.

          Tak puas dengan apa yang telah diraih, para tokoh masyarakat seperti KH.Sahlan M. Nur, KH. Muhdi Mawardi, KH. Ahmad Fahrururozi, Muhtar Nuha, Nur Hamdi,  Drs. Wasito, dan tokoh-tokoh lain yang sejak awal  memiliki visi dan misi mulia diantaranya adalah menciptakan iklim pendidikan Islami yang mengakar pada masyarakat, serta menyiapkan lembaga pendidikan bagi masyarakat untuk melanjutkan studi ke Madrasah Aliyah, maka terbentuklah Madrasah Aliyah YSPIS (1995).

          Madrasah Aliyah YSPIS Rembang sebagaimana Madrasah Aliyah lainnya adalah sekolah menengah umum yang berciri khas agama Islam yang dikelola oleh Departemen Agama. Madrasah Aliyah ini sejak berdiri (1995) menempati satu gedung sederhana menyatu dengan gedung MTs yang telah ada, dibawah naungan Yayasan YSPIS (kini secara de yure YSPIS telah membubarkan diri dan bergabung dibawah bendera perserikatan Nahdlatul Ulama di bawah naungan Badan Pelaksana Pendidikan Nahdlatul Ulama (BPPM-NU). Berkat dukungan berbagai pihak baik masyarakat dan instansi pemerintah, madrasah aliyah ini sejak tahun 2002 telah memiliki 2 unit gedung dan satu unit perkantoran dengan luas tanah (3.912 m2).

          Adapun acuan dasar dari tujuan umum Madrasah Aliyah YSPIS Rembang adalah tujuan pendidikan nasional sebagaimana yang tercantum dalam Undang-undang Sistem Pendidikan Nasional (UUSPN), yaitu menghasilkan manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berbudi luhur, berkepribadian muslim, tangguh, cerdas, kreatif, terampil, berdisiplin, beretos kerja, professional, bertanggung jawab, produktif, sehat jasmani dan rohani, memiliki semangat kebangsaan, cinta tanah air, kesetiakawanan , kesadaran akan sejarah bangsa dan sikap menghargai pahlawan serta berorientasi kedepan.


   Sedangkan secara khusus Madrasah Aliyah YSPIS Rembang bertujuan menghasilkan tamatan (output) yang memiliki kompetensi dalam hal-hal berikut ;

1.  Keimanan dan ketaqwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa;
2.  Nasionalisme dan patriotisme yang tinggi;
3.  Wawasan IPTEK yang mendalam;
4.  Penguasaan teknik dasar sesuai dengan jenis program keterampilan yang diajarkan;
5.  Menumbuhkan dan mengembangkan jiwa mandiri, self entrepreneurship;
6.  Kepekaan dan kepemimpinan.


Dalam pengembangan ke depan, sasaran yang ingin dicapai Madrasah Aliyah YSPIS Rembang ini adalah :

1.  Siswa Madrasah Aliyah YSPIS yang berasal dari keluarga berbagai strata;
2. Siswa yang menjadikan Madrasah Aliyah YSPIS sebagai pendidikan alternatif terbaik untuk proses kemandirian dan kedewasaan serta pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi;
3. Siswa yang setelah tamat dari Madrasah Aliyah YSPIS ini memiliki kompetensi dasar dan kemampuan akademik tertentu yang meliputi, wawasan keilmuan yang mumpuni, memiliki keahlian bahasa Inggris dan bahasa Arab, memiliki keahlian membaca kitab kuning dan memiliki keahlian penguasaan Komputer semua program.